Oshirase!

Tak Berkategori December 17th, 2011

Minna-san, semuanya, teman-teman, encing-babeh, nyak, ade kakak pokoknya semuanya! Saya menerima jasa translate Bahasa Inggris — Indonesia. Jadi bagi siapapun yang berminat untuk artikel-nya diterjemahkan, bisa hubungi saya langsung.

Walaupun saya kuliah di Jurusan Sastra Jepang, saya aktif dalam Bahasa Inggris (juga) jadi, jangan khawatir artikel Anda jelek. Dijamin kok, saya translate dengan baik sesuai bahasa yang benar.

Saya menerima terjemahan:

- Artikel Kekaisaran Jepang (untuk skripsi)
- Novel
- Cerpen
- Surat-surat
- Biodata seseorang

Semua saya translate dari Bahasa Inggris ke Indonesia.

Dan doakan saya tahun depan berani menerima JASA TRANSLATE BAHASA JEPANG. Bagi kalian yang berminat, hubungi saya di:

Hp: 085694520947
Twitter: @LydiaOktariani (public)
or also can mail me on  

Randomness

Tak Berkategori August 31st, 2011

Randomnya total banget hari ini. Kebetulan lagi pake softlens dan belum dicopot-copot. Mata merah juga karena dibawa tidur. Dan lagi-lagi, males nyopotinnya. Sampe bener-bener berat baru gue copot. Dan gue masih heran kok Mas Ragil betah banget ya 10 hari pake soflens ngga dilepas?

Ngomongin soal ke-random-an, tadi sore Mas Ragil dateng kerumah buat lebaran sama nyokap dan gue. Sedih nggak bisa ikut liburan ke Jogja. :-( mungkin tahun depan? Ah! Ngga mungkin dapet izin lagi! Apalagi dirumah cuma ada mama sendirian, ngga ada yang jagain selain gue. Siapa lagi yang mau jagain? Jadi, bisa dibilang, gue itu nihil banget ya liburannya. Keseharian cuma diisi dengan kuliah, ukm, teater, kegiatan lain supaya gue ngga ngerasa flat banget. Tapi tetep aja! Sejak gue umur 15 tahun gue udah ga pernah berlibur keluar kota lagi. Sekalipun iya, sama siapa? Keluarga semakin sedikit. Sekalinya ada yang menawarkan liburan gratis, eh malah ga dibolehin. Ya sih, mungkin karena momen lebaran. Tapi itu kan juga lebaran hari kedua. Selalu ada alasan untuk tidak memberangkatkan gue pergi. Egois ngga sih?

Gue capek. Capek hati juga. Pengen liburan. Pengen seneng-seneng. Pokoknya serba capek deh! Tiduran dirumah juga bikin kepala pusing ga ada obat. Dan ngga ada yang bisa ngertiin gue banget. Gue cuma butuh liburan! Tapi kemana mereka… hilang ditelan bumi! Ga peduli lagi :@

Kepala gue sakit, nyut-nyutan, ga ada obat. Gue juga lagi males ngapa-ngapain. Mau seharian tidur aja lebaran kedua. Bete!

#KadoLebaran—Save Street Child!

Tak Berkategori August 24th, 2011

Mungkin sebagian dari kita masih mampu membeli baju lebaran, sepatu baru, dan masih bisa menikmati makanan khas Lebaran—rendang, opor ayam, dan ketupat sayur. Kadang kita melihat hal tersebut sudah sebagai tradisi atau bahkan serupa dengan kewajiban setiap tahunnya. Sehingga jika hal-hal di atas tak tersedia, tidak terasa suasana lebarannya. Berkumpul bersama keluarga, saudara, dan teman juga menjadi salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu saat lebaran.


Namun, pernahkah kita menyadari bahwa masih banyak dari teman-teman, adik-adik kita yang tidak memiliki kesempatan seperti itu? Orangtua mereka bekerja dengan hasil yang hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari—sehingga jangankan baju baru, makanan khas lebaran pun terasa tak mungkin untuk tersedia di rumah mereka.


Karena itu, kami dari komunitas berjejaring yang peduli anak jalanan, Save Street Child/SSC (@SaveStreetChild) ingin mengajak teman-teman sekalian merasakan nikmatnya berbagi kasih, berbagi kebersamaan dalam acara “Kado Lebaran” (#KadoLebaran)


Nama Kegiatan:

#KadoLebaran


Bentuk Kegiatan:

- Membagikan kado lebaran berupa perlengkapan belajar kepada adik-adik usia pra SD dari Rumah Singgah Sumbangsih, Kel. Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

- Memberikan bantuan perlengkapan kelas kepada pengurus Rumah Singgah.

- Memberikan pengalaman bermain bersama, menghibur mereka dengan penampilan music/tari, serta sesi mendongeng.


Mengapa Rumah Singgah Sumbangsih, Kamal Muara?
Rumah Singgah Sumbangsih adalah sarana kegiatan pendidikan non-formal untuk anak-anak nelayan kurang mampu, terletak di Jl. Kamal Muara Pantai RT007/09 Kp. Nelayan, Kel. Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470.

Kampung Kamal Muara masih bagian dari kota Jakarta, terletak kurang lebih 20 hingga 30 km dari pusat kota, yang merupakan kampung nelayan padat huni. Banjir rob (genangan air laut) setinggi mata kaki hingga rata-rata 20-30 cm, hampir setiap hari menggenangi kampung ini. Tumpukan sampah dan tanah becek, yang menghasilkan bau amis khas kampung nelayan, menjadi pemandangan keseharian tempat itu. Rumah warga saling berhimpitan rapat. Sebagian besar warga Kampung Muara mencari nafkah sebagai nelayan, penjual ikan, buruh kasar dan berjualan makanan.


Sejarah berdirinya Rumah Singgah Sumbangsih berawal di tahun 2009, saat Ibu Indah (RT setempat) hendak mengajarkan baca tulis kepada anaknya yang akan masuk ke jenjang pendidikan SD di depan teras rumahnya. Sambil mengajak beberapa anak lain untuk memotivasi semangat belajar anaknya sendiri, ternyata kegiatan belajar bersama tanpa tarif itu mampu menarik minat masyarakat setempat yang kurang mampu. Mereka mulai menitipkan anak mereka ikut belajar, hingga murid bertambah mencapai 90 orang, dan teras rumah Ibu Indah pun tak memadai lagi. Kelas terpaksa pindah ke rumah kontrakan yang masih digunakan hingga saat ini.


Berangkat dengan bantuan dari Pundi Amal SCTV untuk biaya pembangunan Rumah Singgah “Sumbangsih” kini Ibu Indah memiliki 88 anak jenjang PAUD dengan dibantu 4 orang guru dengan gaji sebesar Rp.375,000/bulan dari total 150 anak secara keseluruhan (tingkat PAUD, SD, SMP, dan pendidikan nonformal lainnya). Dalam jenjang PAUD, bagi anak yang hendak mengikuti pendidikan tersebut, diharapkan dapat membayar iuran masuk sebesar Rp.25,000/anak dan iuran bulanan maksimal Rp.20,000/anak. Biaya operasional pendidikan digunakan dari iuran rutin bulanan. Dan jika tidak mencukupi, dana tersebut berasal dari keluarga Ibu Indah sendiri. Organisasi non-profit lain yang pernah membantu rumah singgah Sumbangsih adalah Helping Hands Project.


Saat ini, mereka sudah tidak menerima bantuan lagi. Sementara, iuran yang diterima untuk membiayai operasional belum mencukupi. Ditambah dengan kondisi jalan/akses yang mempersulit anak-anak menuju lokasi. Bahkan mereka harus mengatasi kebecekan jalan tersebut dengan menumpuk karung berisi kulit kerang untuk bisa berjalan dengan lebih nyaman. Bisa dibayangkan jika setiap hari mereka berjalan menggunakan karung tersebut karena gangnya dipenuhi oleh genangan air. Komunitas SSC tidak ingin membiarkan semangat belajar mereka padam karena lelah berjuang dan merasa sendirian, karena kita tidak peduli dan tidak melakukan apapun untuk mereka.


Tujuan:
- Berbagi dengan adik-adik kecil usia pra SD, agar mereka tetap bisa merasakan manisnya kebersamaan dalam suasana Lebaran

- Silaturahim antar anggota Save Street Child, relawan, dan adik-adik Rumah Singgah Sumbangsih

- Meningkatkan kesadaran sosial akan pentingnya peduli dan berbagi dengan mereka yang kurang beruntung

Waktu dan Lokasi Acara:

Minggu, 11 September 2011, [lokasi sedang dikonfirmasikan]


Panitia:
Ketua Panitia: Riska Amelia (@amelriska)
Sekretaris: Lydia Oktariani (@LydiaOktariani)
Bendahara: Anggi Pratiwi (@anggipratiwi23)
Humas:
Mutya Juni Rizki (@tyatyamutya)
Taufan Muhammad (@3pL2)
Koordinasi Acara:
Yasmine Safitri (@jeng_billie)
Bisma Jenkins (@bismajenkins)
Laura Stephannie (@laulaohlaula)
Koordinasi Survey:
Ricky Gumilang (@rickysinbad)
Heru Yhs (@herusyalala)
Dokumentasi:
Annisa Widyayuliana (@icha_widya)
Grio Akhir (@grio_akhir)
Ferdano Hexo (@nando_hexo)
Logistik
- Konsumsi:
Ayu R. Mulia (@ayuzrastian)
Anggi Pratiwi (@anggipratiwi23)
Irsyad Roiz (@Irsyad_Roiz)
- Kado dan Transportasi:
Ade Herdiana (@Dhe_Herdy)
Anggi Pratiwi (@anggipratiwi23)
Sherin Laura (@sherinlaura)

Shei Latiefah (@sheilayla)


Mau berpartisipasi?

Volunteer hanya diminta untuk daftar ke Mutya — @tyatyamutya (085693952893) lalu transfer sebesar Rp.50,000 untuk donasi per orang melalui melalui rekening:

- Mandiri 0060006142214

- BCA 2861523715

Keduanya atas nama Riska Amelia.


Donasi itu akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan :

a. Kado (@ Rp. 20.000)

b. Transportasi (@ Rp. 10.000)

c. Makan siang untuk volunteer dan 1 adik (@ Rp. 10.000x 2)


Pendaftaran volunteer ditutup tanggal 3 September 2011 ya kak :)

Diusahakan saat mendaftar langsung transfer ya!


Kami juga menerima donasi berupa buku-buku cerita bergambar ataupun poster-poster edukasi yang nantinya akan kami sumbangkan untuk Rumah Singgah Sumbangsih tersebut.


Ayo kakak! Tunggu apa lagi! Follow twitter kami @SaveStreetChild untuk info lebih lanjut dan hubungi Mutya (@tyatyamutya) di 085693952893 jika ada pertanyaan detil seputar acara ini. Bergabunglah bersama kami untuk mengalami Lebaran yang berbeda!

Tentang yang kemarin

Tak Berkategori August 23rd, 2011

Tanggal 22 Agustus kemarin—dari jam 9 pagi gue dateng kerumah Mas Ragil dan langsung berangkat ke tempat toko Nyokapnya. Terus ngga berapa lama disana dapet telfon dari kakaknya yang ternyata sakit. Dia lagi sibuk rapat di kampus dan gue berlama-lama di pasar bareng ibunya. Bantu-bantu jualan baju—lumayanlah walaupun mata ngantuk banget tapi kelihatannya Ibunya senang ada gue. Dan jam 3-an kalau ga salah kita balik kerumahnya. Ragil-pun belum balik. Sampe semua keluarganya pada ngumpul cuma dia doang yang belum pulang karena ternyata macet dijalan. Berapa lama kemudian, baru deh dateng. Setelah itu gue dan keluarganya bersiap untuk salat Tarawih di masjid dekat rumahnya. Nah, disini nih. Pas nyokapnya sibuk bikin coklat kurma kacang mede—gue, Mas Ragil, dan Mba Wulan malah asyik nyetel dorama. Dan kita terbius sampe jam 11 malam. Sadar sih udah malem, cuma tanggung kalo nontonnya ngga diterusin—tapi apa daya, gue pun udah ngantuk dan capek akhirnya gue pulang deh walaupun gue masih penasaran sama dorama-nya. Errr.

Kegiatan Positif itu Perlu !

Tak Berkategori August 21st, 2011

Kemarin ada latihan Enjuku dan sekaligus perpisahan Kak Jenny (wakil ketua pengurus Enjuku) yang akan berangkat ke Jepang september ini. Gue salut sama Kak Jenny ini, selain pintar bahasa jepang–dia juga pergi ke Jepang karena beasiswa dan pemenang lomba speech bahasa jepang tingkat nasional. Aktif di Enjuku merupakan hal yang sangat menyenangkan. Selain bisa menambah pengalaman berorganisasi, bisa menambah teman, dan belajar banyak hal yang ngga akan kita duga. Saat ini, gue hanya baru aktif di Enjuku sebagai anggota yang masuk tahun 2011. Masih ada 3 tahun tersisa untuk bisa menjadi anggota. Pengen sih nyoba dunia Pengurus. Dan mungkin akan lebih banyak pelajaran berharga lagi yang ngga gue dapetin selama menjadi anggota. Selain Enjuku yang banyak membantu gue untuk tetap bersemangat, ada juga Save Street Child, nah kegiatan ini juga positif. Sifatnya seperti aktivis. Banyak juga manfaat yang gue dapatkan sebagai pengurus baru 2011 di SSC. Setelah itu, Juni tahun 2011 juga gue sempat mengikuti Pemilihan Remaja Ceria Jakarta Barat 2011, tapi tidak sempat menjadi juara–hanya finalis saja. Kalau gue masuk juara dan berjuang di DKI, bisa-bisa kuliah gue terabaikan. Hehehe

Nah, berhubung sekarang final RC Jakarta Barat sudah usai, gue tidak perlu repot-repot mengurus ini-itu. Sekarang gue baru memasuki aktivitas baru di Semester 3 kuliah gue Sastra Jepang–jangan anggap enteng belajar bahasa. Ini juga termasuk sulit. Belum lagi kepanitiaan gue di kampus sebagai Danus di acara Shinnyusei Kangekai nanti. Kalau di kampus, gue hanya turut serta panitia Bunkasai dan Shinnyusei aja. Paling kalau untuk menambah kegiatan, gue ikut Kaiwa Club dan Odori Club. Semester 3 ini gue akan disibukkan oleh kegiatan di kampus yang barusan gue jelasin–acara bulanan Save Street Child–dan latihan rutin Enjuku. Sebentar lagi bulan September dan Oktober! Uwaaaaaaa! Dan 28 Oktober yang jatuh hari jumat, Enjuku akan tampil di GKJ. Gue ngga sabar. Rasanya pengen cepet-cepet aja. Gue sama tim engibu juga terus latihan rutin diluar hari Sabtu dan rencananya gue bersama teman-teman Yukionna akan membeli kacamata samaan yang no minus. Lagipula lumayan juga kalo harganya ga terlalu mahal–itu hanya sekedar aksesori sederhana kok.

Tentang keikutsertaan sebagai anggota Enjuku–sebenarnya Enjuku memperbolehkan anggotanya untuk mengambil cuti beberapa bulan disebabkan hal yang mendesak sehingga tidak bisa mengikuti latihan secara rutin. Nah, ini juga yang dijadikan poin penting, sebaiknya buat para anggota harusnya lebih maklum kalau memang mereka besuto tsukusu koto, gunakan waktu sebaik mungkin dan lakukan yang terbaik. Ada beberapa teman yang memang malas atau tidak tertarik lagi akhirnya mengundurkan diri. Gue ngga mau seperti itu. Kalau bisa sih, Enjuku terus lanjut sampai tahun 2013 mungkin 2014 juga. Tapi kalau mengingat kegiatan yang seabrek, rasanya gue ngga bisa ikutan jadi Pengurus Enjuku tahun ini–mungkin tahun depan.

Sejak dulu gue ngga pernah mengenal kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Dan ya, setelah merasakannya sendiri rasanya puas. Memang belum puas sekali karena belum menampilkan yang terbaik. Masih banyak waktu yang tersisa dan itu akan gue gunakan sebaik-baiknya. Mungkin, puasa/lebaran dan liburan tahun ini sungguh bermakna daripada tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu gue kerja–tahun ini gue kerja keras untuk kegiatan positif yang gue ikutin. Jya, gambatte!